Negara Maju dan Negara Berkembang
A. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang
Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah “negara maju” dan “negara berkembang”. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan negara-negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. Negara yang digolongkan sebagai negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika (Utara) Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan yang digolongkan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin). Di kawasan Asia terdapat beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru. Tolok ukur atau indikator dalam penggolongan negara sebagai negara maju atau negara berkembang sebagai berikut.
1. Pendapatan Perkapita
Pendapatan perkapita merupakan indikator
terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah
negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang
tinggi. Namun demikian, tingginya pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran
suatu negara. Meskipun negara itu pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika
terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut
sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak
menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.
2. Jumlah Penduduk Miskin
Tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara dapat
dilihat dari angka kemiskinan. Suatu negara dikatakan makmur/sejahtera apabila
rakyatnya yang hidup miskin berjumlah sedikit saja.
3. Tingkat Pengangguran
Salah satu ciri yang membedakan antara negara
maju dan negara berkembang adalah tingkat pengangguran. Di negara maju umumnya
tingkat penganggurannya rendah. Sebaliknya di negara berkembang biasanya
tingkat penganggurannya tinggi.
4. Angka Kematian Bayi dan Ibu
Melahirkan
Salah satu ciri yang membedakan antara negara
maju dan negara berkembang adalah angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di
negara maju umumnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah. Hal ini
disebabkan penduduk mampu membeli makanan yang bergizi, mampu membeli pelayanan
kesehatan dan obatobatan yang memadai. Sebaliknya di negara berkembang angka
kematian bayi dan ibu melahirkan relatif tinggi. Hal ini disebabkan penduduk
tidak mampu membeli makanan yang bergizi, tidak mampu membeli pelayanan
kesehatan dan obat-obatan yang memadai, karena pendapatannya rendah.
5. Angka Melek Huruf
Angka melek huruf menunjukkan jumlah penduduk
yang dapat membaca dan menulis. Suatu negara dikatakan maju apabila angka melek
hurufnya tinggi atau angka buta hurufnya rendah.
Selain 5 indikator tersebut di atas, masih
terdapat beberapa indikator untuk membedakan negara maju dan negara berkembang.
Indikator tersebut adalah: tingkat pendidikan, usia harapan hidup, pengeluaran
untuk kesehatan dan lain-lain.
B. Ciri-Ciri Negara Maju dan Berkembang
Negara dapat dikategorikan menjadi negara maju
atau berkembang. Dasar pembedanya antara lain adalah pendapatan rata-rata
nasional dan penguasaan teknologi. Ciri-ciri negara maju antara lain sebagai
berikut:
1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
2. Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat.
4. Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
5. Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
6. Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
7. Tidak tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
9. Angka harapan hidup tinggi.
10. Intensitas mobilitas tinggi.
Ciri-ciri negara berkembang antara lain sebagi berikut:
1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
2. Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
4. Pendapatan relatif rendah.
5. Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
6. Sifat penduduk kurang mandiri.
7. Sangat tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
9. Angka harapan hidup rendah.
10. Intensitas mobilitas rendah
NEGARA MAJU
Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati
standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang
merata. Kebanyakan negara dengan GDP per kapita tinggi dianggap negara
berkembang. Namun beberapa negara telah mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi
sumber daya alam (seperti Nauru melalui pengambilan phosphorus) tanpa
mengembangkan industri yang beragam dan ekonomi berdasarkan jasa tidak dianggap
memiliki status 'maju'.
Pengamat dan teoritis melihat alasan
yang berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan
ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan
kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar
bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa memandang negara kaya
menjadi kaya karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu, melalui
imperialisme dan kolonialisme, atau di masa sekarang, melalui proses
globalisasi.
1.JEPANG
Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Secara astronomis, Jepang berada antara 30°LU - 46°LU dan 128°BT - 179°BT. Luas negara ini sekitar 377.837 km² dengan jumlah penduduk mencapai 127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km². Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya. Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan “Macan Asia” karena kemampuan negara - negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia.
Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Secara astronomis, Jepang berada antara 30°LU - 46°LU dan 128°BT - 179°BT. Luas negara ini sekitar 377.837 km² dengan jumlah penduduk mencapai 127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km². Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya. Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan “Macan Asia” karena kemampuan negara - negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia.
Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Jepang di
berbagai bidang :
Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan,
sehingga topografinya relatif kasar. Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki
luas wilayah pertanian yang tidak begitu luas, yaitu hanya ± 16% dari seluruh
wilayah daratannya. Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif
sempit, Jepang ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.
Hal ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kemampuan sumber daya manusia
dalam mengolah dan berinovasi di bidang pertanian, terutama dalam pemanfaatan
teknologi dalam menciptakan varietas - varietas baru unggulan, pupuk, alat -
alat pertanian dan obat - obatan. Hasil - hasil pertanian Jepang antara lain
padi, kentang, jagung, sayur - sayuran, teh, jeruk, dan apel.
Ikan merupakan bahan makanan kegemaran mayoritas
penduduk Jepang. Oleh karena itulah pemenuhan akan konsumsi ikan (terutama ikan
laut) di Jepang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh adanya pertemuan arus
hangat dan arus dingin (Kurosyiwo dan Oyasyiwo) di perairan Jepang yang kaya
akan ikan. Hasil - hasil perikanan Jepang meliputi ikan salmon, makarel, tuna,
hiu, haring, dan paus. Kesemuanya itu sebagian dikonsumsi langsung dan sebagian
lagi diolah sebagai makanan kaleng. Adapun peternakan yang banyak berkembang di
Jepang adalah peternakan babi, ayam, dan sapi.
Jepang merupakan negara industri besar. Bahkan saat
ini Jepang menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara
industri besar di dunia. Produk industri Jepang telah tersebar ke berbagai
pelosok dunia. Produk - produk tersebut meliputi produk permainan, barang
elektronik, mobil/otomotif, obat - obatan/bahan kimia, tekstil, bahan makanan
olahan, semen, kertas dan barang cetakan, kamera, dan alat transportasi.
Bahkan, saat ini hasil industri otomotif Jepang merupakan hasil industri
otomotif terbesar dunia. Hasil pembangunan negara Jepang di bidang industri ini
sangat luar biasa, mengingat Jepang miskin sumber bahan mineral, sehingga
sebagian besar bahan baku industri tersebut diimpor dari negara lain, termasuk
dari Indonesia.
- Tokyo, merupakan ibukota Jepang, sekaligus sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan bertaraf internasional.
- Osaka, merupakan kota terbesar kedua Jepang, sekaligus sebagai pusat industri tekstil.
- Nagoya, merupakan pusat industri pesawat terbang, otomotif, lokomotif, dan industri besar lainnya. Keberadaan kota ini oleh orang Jepang dianggap sebagai “ibukota” Jepang di wilayah tengah.
- Kyoto, merupakan ibukota Jepang hingga tahun 1868, kota ini sekarang berkembang sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan.
- Ginza, merupakan pusat hiburan, bisnis, dan perdagangan bertaraf internasional.
2.AMERIKA SERIKAT
Amerika Serikat merupakan negara
benua yang terletak di kawasan Benua Amerika Utara, tepatnya di antara 24°33’LU
- 70°23’LU dan 112°BB - 66°BB. Luas negara ini mencapai 9.826.630 km² dengan
jumlah penduduk sekitar 293.027.570 jiwa. Berdasarkan perbandingan luas wilayah
dengan jumlah penduduknya, maka rata - rata kepadatan penduduk Amerika Serikat
hanya sekitar 32 jiwa/km². Kepadatan penduduk ini pada umumnya berada di
kawasan perkotaan, terutama di kota - kota wilayah pantai Timur dan pantai
Barat.
Di bidang perekonomian, Amerika Serikat banyak
memegang peran penting, bahkan dapat dikatakan mendominasi, terutama terhadap
negara - negara yang sedang berkembang. Dengan pendapatan perkapita mencapai
36.010 US dollar dan kestabilan mata uangnya, Amerika Serikat mampu memosisikan
diri sebagai negara maju. Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Amerika Serikat.
Sebagai negara kontinental, Amerika Serikat mempunyai
lahan yang masih sangat luas, bahkan dapat dikatakan hampir 47% lahan di
Amerika Serikat masih digunakan untuk lahan pertanian. Dalam pelaksanaannya,
lahan - lahan tersebut dikonsentrasikan dalam beberapa produk unggulan, seperti
berikut ini.
- Kawasan lahan gandum yang disebut wheat belt, dapat dibedakan atas gandum musim dingin (winter wheat) yang terletak di daerah Kansas dan gandum musim semi (spring wheat) yang terletak di Montana, North Dakota, dan South Dakota.
- Kawasan lahan kapas yang disebut cotton belt dan merupakan penghasil kapas terbesar di dunia, terdapat di Texas, Alabama,
- Georgia, dan Lousiana.
- Kawasan lahan jagung yang disebut corn belt, terletak di daerah Ohio, Iowa, Minnesotta, Missouri, dan Indiana.
Selain pola pertanian per kawasan tersebut, Amerika
Serikat juga mengembangkan pertanian secara umum, seperti perkebunan tembakau
di Tennesse dan Virginia, perkebunan tebu di muara Sungai Mississippi, serta
sayuran dan buah - buahan.
Peternakan sangat maju dan telah lama dikembangkan di
Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan Amerika Serikat banyak memiliki area
padang rumput (praire) yang sangat luas. Adapun hewan ternak utama adalah sapi,
kuda, biri - biri, babi, dan unggas. Hasil ternak utama adalah daging, kulit,
wol, susu, dan telur. Adapun perikanan diusahakan secara besar - besaran di
wilayah Samudra Atlantik.
Bidang pertambangan merupakan salah satu kegiatan yang
telah lama dikembangkan di Amerika Serikat. Dengan kemampuan sumber daya
manusia dan peralatan modern yang dimilikinya, Amerika Serikat mampu mengolah
sendiri kekayaan alamnya. Berikut ini beberapa bahan mineral utama di Amerika
Serikat.
- Batubara; merupakan bahan tambang mineral terbesar di Amerika Serikat. Lokasi penambangannya membentang dari Alabama hingga Pensylvania.
- Minyak bumi; cadangan minyak bumi Amerika Serikat juga tergolong besar, daerah pertambangannya tersebar di Ohio, Texas, Oklahoma, Pensylvania, dan California.
- Bijih besi; banyak diusahakan di sepanjang Pegunungan Mesabi (Mesabi Range) di dekat Danau Superior.
- Emas; terdapat di Nevada, Sacramento, dan Colorado.
- Tembaga, timah, dan bouksit; banyak diusahakan di Arkansas, Arizona, dan Montana.
Kemajuan Di Bidang Perindustrian
Perindustrian telah berkembang dan bahkan saat ini
dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian di Amerika Serikat.
Berikut ini beberapa industri besar di Amerika Serikat.
- Industri baja di Pittsburgh, Chicago, Birmingham, dan Cleveland.
- Industri kilang minyak di Texas dan Oklahoma.
- Industri tembaga di Montana.
- Industri tekstil di Georgia dan Carolina.
- Industri pesawat terbang, mobil, dan peralatan militer di Seatle dan Los Angeles.
- Industri mesin pertanian di Waterivo.
- Industri wol dan sutra di Pensylvania, Massachussets, New Jersey, dan South Carolina.
Sebagai negara yang menganut paham ekonomi kapitalis
dan perdagangan bebas, bidang perdagangan mengalami perkembangan yang sangat
pesat. Hampir semua negara di dunia ini menjalin hubungan dagang dengan Amerika
Serikat. Amerika Serikat mengekspor mesin - mesin, otomotif, pesawat terbang,
barang elektronika, bahan - bahan makanan dan minuman olahan, persenjataan,
alat-alat kedokteran, bahan-bahan kimia, dan obatobatan, serta masih banyak
lagi. Adapun impor Amerika Serikat terutama berasal dari negara - negara sedang
berkembang berupa bahan - bahan baku industri, seperti minyak dan gas, kayu,
kopi, gula, karet, dan berbagai bahan baku industri lainnya.
Sebagai negara maju yang sangat dominan di percaturan
dunia, Amerika Serikat memiliki banyak kota terkenal. Beberapa kota terkenal
tersebut, antara lain berikut ini.
tersebut, antara lain berikut ini.
- Washington, D.C., merupakan pusat kendali pemerintahan Amerika Serikat sekaligus letak istana kepresidenan.
- New York, merupakan kota terbesar sebagai pusat perdagangan dunia, di kota ini berdiri gedung pusat perdagangan dunia (World Trade Center Building/WTC) dan pusat pasar bursa dunia (The New York Stock Exchange/NYSE). Di kota ini juga terdapat markas besar PBB.
- Los Angeles, merupakan kota terbesar kedua dan berperan sebagai kota pusat industri perakitan, komunikasi, keuangan, dan busana. Lalu lintas pelabuhan udaranya merupakan yang terpadat di Amerika Serikat. Kota ini juga merupakan pusat industri pesawat terbang dan perlengkapan militer.
- Chicago, merupakan kota terbesar ke tiga. Kota ini dikenal sebagai pusat pemotongan hewan ternak, pusat pengecoran logam dan baja, produsen alat-alat kedokteran, perlengkapan perkeretaapian, sabun, cat, kosmetika, mesin - mesin industri, dan perlengkapan olah raga.
- Philadelphia, pusat industri kimia, obat - obatan, pengolahan makanan, dan barang-barang cetakan. Kota ini juga terkenal karena kemajuannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mengantarkan Philadelphia sebagai kota pusat industri kesehatan utama di Amerika Serikat.
3. AUSTRALIA
Negara yang
memiliki GDP (gross domestic products) sebesar USD 918,978 Milyar ini juga
selama 5
tahun terakhir memiliki pendapatan perkapita sebesar USD 40.836.
Selain itu, negara ini juga menduduki
rangking tertinggi di dunia dalam
kualitas hidup masyarakatnya.
4. BELANDA
Belanda
memiliki standar pendidikan yang tinggi serta menjadi acuan standar literatur bagi
negara - negara
lain di dunia ini. Keadaan ekonomi Belanda yang stabil serta
masyarakatnya yang menduduki rangking
sebagai masyarakat yang paling bahagia du
dunia lah yang membuat Belanda berhasil masuk ke dalam
kategori negara termaju
5. NEW ZEALAND
Negara yang memiliki kondisi alam yang sangat indah
ini memiliki GDP sebesar USD 157,877 Milyar
pendapatan per kapita sebesar
USD 35.374 untuk populasi penduduknya yang hanya berjumlah sekitar
4,3 juta
orang saja
6. KANADA
Kanada
menduduki peringkat kedua negara terbesar di dunia setelah Rusia dan berbatasan
secara
langsung dengan Amerika Serikat. Masyarakat Kanada terkenal sebagai
masyarakat yang tingkat
pendidikan yang sangat tinggi serta memiliki
kecerdasan yang diatas rata - rata.
7. IRLANDIA
Republik Irlandia memiliki jumlah populasi penduduk
yang sangat kecil. Yaitu sekitar 4,5 juta org saja
99% penduduk Irlandia
telah berhasil mengenyam pendidikan yang tinggi
8. LIECHTENSTEIN
Tidak banyak
yang tahu tentang negara ini. Liechtenstein merupakan negara dengan wilayah terkecil
di
dunia karena hanya seluas 160 km persegi dengan jumlah penduduk hanya
sekitar 35 ribu orang saja.
Namun GDP dari Liechtenstein merupakan GDP
tertinggi di duni
9. JERMAN
Di negara - negara persatuan Eropa,
Jerman merupakan negara yang memiliki ekonomi terbesar dan
juga memiliki
tingkat populasi terbesar juga, yaitu sekitar 82,2 juta penduduknya
10. SWEDIA
Luas wilayah Swedia hanya seluas
California saja serta memiliki jumlah penduduk sekitar 9,3 juta jiwa.
Jerman
terkenal dengan standar kesehatan dan pendidikan yang sangat tinggi bagi penduduknya.
NEGARA
BERKEMBANG
Negara
berkembang adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengkategorikan
negara-negara di dunia yang memiliki standar hidup relatif rendah, sektor
industri yang kurang berkembang, skor Indeks Pembangunan Manusia atau Human
Development Index (HDI) berada pada tingkat menengah ke bawah, serta rendahnya
pendapatan perkapita. Negara yang dikategorikan sebagai negara berkembang
adalah negara yang belum mencapai tingkat negara maju, tetapi bukan negara
gagal (failed state). Dengan kata lain, negara berkembang berada di antara
negara maju (tingkat teratas) dengan negara gagal (tingkat terendah).
Negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dibandingkan negara lain yang setingkat, tetapi belum mencapai tingkat negara maju disebut negara industri baru (newly industrialized country/NICs). Dengan kata lain, negara industri baru sedang berkembang mencapai tingkat negara maju tetapi belum cukup untuk disebut sebagai negara maju. Negara-negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi relatif stabil dalam jangka waktu lama, juga dapat digolongkan sebagai negara industri baru.
Beberapa negara yang masuk kategori negara industri baru, antara lain ; Argentina, Brasil, Meksiko, China (termasuk Taiwan dan Hongkong), Singapura, Korea Selatan, Yunani, Spanyol, dan Portugal.
Sebagian besar negara di dunia, yakni sekitar 76% dikategorikan sebagai negara berkembang. Negara-negara tersebut adalah sebagian besar negara di Afrika, Amerika Tengah, dan sebagian negara di Laut Karibia. Termasuk juga negara-negara Arab, serta sebagian besar negara Asia Tenggara.
Di luar kategori negara berkembang dan negara maju, ada beberapa negara yang dikelompokkan sebagai negara gagal (failed state). Negara-negara ini
masih menghadapi perang sipil serta memiliki penguasa yang otoriter. Misalnya, Afghanistan, Haiti, Somalia, Myanmar, Irak, dan Korea Utara.
Negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dibandingkan negara lain yang setingkat, tetapi belum mencapai tingkat negara maju disebut negara industri baru (newly industrialized country/NICs). Dengan kata lain, negara industri baru sedang berkembang mencapai tingkat negara maju tetapi belum cukup untuk disebut sebagai negara maju. Negara-negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi relatif stabil dalam jangka waktu lama, juga dapat digolongkan sebagai negara industri baru.
Beberapa negara yang masuk kategori negara industri baru, antara lain ; Argentina, Brasil, Meksiko, China (termasuk Taiwan dan Hongkong), Singapura, Korea Selatan, Yunani, Spanyol, dan Portugal.
Sebagian besar negara di dunia, yakni sekitar 76% dikategorikan sebagai negara berkembang. Negara-negara tersebut adalah sebagian besar negara di Afrika, Amerika Tengah, dan sebagian negara di Laut Karibia. Termasuk juga negara-negara Arab, serta sebagian besar negara Asia Tenggara.
Di luar kategori negara berkembang dan negara maju, ada beberapa negara yang dikelompokkan sebagai negara gagal (failed state). Negara-negara ini
masih menghadapi perang sipil serta memiliki penguasa yang otoriter. Misalnya, Afghanistan, Haiti, Somalia, Myanmar, Irak, dan Korea Utara.
Negara-negara berkembang terus menghadapi tantangan untuk bertumbuh menjadi
negara maju, atau mengalami kemunduran dan menjadi negara gagal.
Beberapa ciri utama negara berkembang dapat diberikan di bawah ini :
Beberapa ciri utama negara berkembang dapat diberikan di bawah ini :
- Sebagian besar penduduk (>70%) bekerja di sektor pertanian.
- Industrinya biasanya berlatarbelakang agraris, terutama memanfaatkan hasil kehutanan, pertanian, dan perikanan (industri sektor pertama dan sektor kedua).
- Tenaga pertanian masih mengandalkan tenaga kerja manusia.
- Luas lahan garapan relatif sempit dengan teknologi yang sederhana sehingga hasilnya tidak maksimal.
- Pendapatan per kapita rendah.
- Angka kelahiran dan kematian masih tinggi.
- Tingginya angka pengangguran karena besarnya jumlah penduduk dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
- Pendidikan formal tersebar secara tidak merata dengan kualitas yang buruk.
- Kelebihan jumlah penduduk yang menyebabkan tidak terjangkau atau tidak meratanya pelayanan sosial.
- Kedudukan dan peran wanita sangat terbatas dan cenderung dipandang sebagai kelas dua.
Penerapan istilah 'negara berkembang' ke seluruh
negara yang kurang berkembang dianggap tidak tepat bila kasus negara tersebut
adalah sebuah negara miskin, yaitu negara yang tidak mengalami pertumbuhan
situasi ekonominya, dan juga telah mengalami periode penurunan ekonomi yang
berkelanjutan.
Sumber : http://negaraberkembangdanmaju.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar